As long as we have memories, yesterday remains, as long as we have
hope, tomorrow awaits. As long as we have friendship, each day is never a
waste.
There are some things that we never want to let go of.
People we never want to leave behind, but keep in mind that letting go
isn’t the end of the world. It’s the beginning of new life.
Sometimes, it is good to be ‘alone’, but that doesn’t make us lonely.
It
is not a matter of being present ‘with’ someone, it is a matter of
being present ‘to’ someone. Many people will walk in and out of your
life, but leave footprints in your heart.
The greatest regret in
our lives are the risks we did not take. If you think something will
make you happy, go for it. Remember that you pass this way only once!
Heartbreaks
will last as long as you want and cut deep as you allow them to go. The
challenge is not how to survive heartbreaks but to learn from them.
True
love doesn’t have a happy ending. That’s because true love doesn’t have
an ending. A heart truly in love never loses but always believes in the
promise of love, no matter how long the time and how far the distance.
We are never given dreams without also being given the power to make them come true.
Learning how to be alone need not be lonely; it means you’re ready to be with someone else.
A casual friend will say, “Hi, hello!”
A close friend adds, “How are you doing?”
But a true friend further asks “What can I do to help?”
Lots
of people will want to ride with you in the limo, but what you want is
someone who will take the bus with you when the limo breaks down.
God never closes a door without opening a window. He always gives us something better when He takes something away.
As
I look back on my past, I remember the tears I cried, the jokes I
laughed at, the things I missed and lost, but there’s one thing I’ll
never regret, it’s the day you became my friend.
Love has its own
time, season and own reasons! You can’t ask it to stay, you can only
embrace it as it comes and be glad that for a moment in your life it was
yours!
We have no rights to ask when sorrow comes, “why did this happen to me?”
Unless we ask the same question for every moment of happiness that comes our way.
Life is like a box of coconuts, you’ll never know if its crushed or not.
.
Monday, May 21, 2012
Saturday, May 19, 2012
i love aLL my fren!!!
The
recipe of friendship
1 cup of sharing
2 cups of caring
1 cup of forgiveness and hugs of tenderness
mix all these together… to make friends forever
1 cup of sharing
2 cups of caring
1 cup of forgiveness and hugs of tenderness
mix all these together… to make friends forever
![]() |
| syg kamu semua... <3 |
hari ni kteorg dapat jumpa da...hehehe... hepi sgt2 dapat keluar sme2..bukan selalu dpt hang out dgn member2 lame ni... bnyak pic2 kenangan utk di kongsikan..hehe.. korang memeng sporting larr...
![]() |
| adda,ana,aku n filah |
![]() | |
| kite minum duLu.... <3 |
ada mse kite jumpa2 lagi ekk... to all my fren... muaah... <3
Friday, May 4, 2012
ku sangkakan madu ternyata racun
ku sangka bahagia ternyata sengsara
manis mulutmu bicara aku tergoda
pahit ku dapat sampai ku tak menyangka
ku sangka bahagia ternyata sengsara
manis mulutmu bicara aku tergoda
pahit ku dapat sampai ku tak menyangka
kesetiaanmu hanya sesaat saja
hanya membuat luka perasaanku
setelah ku melihat kau bersamanya
ku putuskan saja pergi jauh darimu
aku kecewa, aku terluka
hanya membuat luka perasaanku
setelah ku melihat kau bersamanya
ku putuskan saja pergi jauh darimu
aku kecewa, aku terluka
sakitnya hatiku sampai tak tertahan
tak rela diriku kau buat begini
ku pasrah walaupun terasa sesak di dada
ku mengalah demi kebahagiaanmu
tak rela diriku kau buat begini
ku pasrah walaupun terasa sesak di dada
ku mengalah demi kebahagiaanmu
semoga semua menjadi pelajaran
kisah cinta ini tak akan ku ulangi lagi
cukuplah sudah sampai di sini saja
lebih baik ku hidup sendiri
kisah cinta ini tak akan ku ulangi lagi
cukuplah sudah sampai di sini saja
lebih baik ku hidup sendiri
aku kecewa, aku terluka
sakitnya hatiku sampai tak tertahan
tak rela diriku kau buat begini
ku pasrah walaupun terasa sesak di dada
ku mengalah demi kebahagiaanmu
tak rela diriku kau buat begini
ku pasrah walaupun terasa sesak di dada
ku mengalah demi kebahagiaanmu
semoga semua menjadi pelajaran
kisah cinta ini tak akan ku ulangi lagi
cukuplah sudah sampai di sini saja
lebih baik ku hidup sendiri
Tuesday, April 3, 2012
~sejujur mana kata kata~
sejauh mana ikhlasnya hati ????
: ketika lembut senyum di beri....??
: ketika lembut senyum di beri....??
sejujur mana kah kata kata ????
: ketika kita bertentangan mata....??
~ pengalaman telah mendewasakan mematangkan fikiran ~
~ pengalaman telah mendewasakan mematangkan fikiran ~
~ pahit getir yang pernah dilalui guruku sejati ~
~ bukan diri mu ku curigai.. aku sekadar berhati-hati.. tidak rela bakal ada antara kita yang kecewa..~
~ biar waspada...~
Monday, April 2, 2012
tangisan....... (ToT)
Air mata ibarat butiran mutiara yang sangat cantik. Namun kecantikan itu hanya terjelma dari sebuah kesedihan dan keluluhan hati. Kesedihan membuahkan kecantikan. Sungguh ironi.
Air mata ibarat embun yang menitis, sungguh menyegarkan. Namun kesegaran itu hanya terjelma setelah melalui malam panjang yang dingin dan gelita. Sungguh ironi.
Air mata ibarat hujan yang merenyai, sungguh menyejukkan. Namun kesejukkan itu hanya terjelma setelah mendung yang menduga. Sungguh ironi.
Namun, disebalik semua ironi ini, apakah nilai sebenar sebuah tangisan?
Percayakah jika aku katakan hatiku adalah sangat keras? Lebih keras dari batu. Sedangkan batu bila dihempap air betubi-tubi lama-lama akan terbelah jua ianya. Namun hatiku sungguh keras. Kali terakhir air mata membelai pipi kira-kira 8-9 tahun yang lalu. Melihat orang menangis tidak meninggalkan sebarang kesan dihati. Mungkin sebak, namun tiada istilah tangisan dalam hidup. Mendengar ayat Al-Quran dibacakan ibarat tiada kesan. Bukan telinga yang dipekakkan, tetapi hati yang ditulikan. Tuli dari merasakan getarnya amaran Allah dalam Al-Quran, tuli dari merasakan cinta pada Rabb dan Rasul. Hati ini tidak pernah merasa apa itu cinta sebenar kerana ia telah tertutup untuk merasakan cinta pada Allah dan Rasul. Mendengarkan penderitaan Rasulullah dan Sahabat langsung tidak meninggalkan parut di hati.
“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapar azab yang amat berat” ( Al-Baqarah: Ayat 7)
Maka, apa lagi gunanya hatiku ini. Tidak mampu lagi merasa Kasih dan Sayang Allah padaku. Hati menjadi keras kerana noda-noda hitam telah membalutinya. ‘Cirrhosis’ jika mengikut istilah perubatan. Hati yang telah keras dan buruk sehingga menjejaskan anggota tubuh badan yang lain. Selayaknya menjalani pembedahan menggantikannya dengan hati yang baru. Teringat Firman Allah
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambahkan penyakit itu, dan mereka mendapat azab yang pedih kerana mereka berdusta” ( Al – Baqarah : Ayat 10)
Namun, di satu ketika, Allah menimpakan musibah untuk diriku sebagai ujian penuh hikmah. Tatkala mencari ruang untuk mencari kekuatan, Air Mata lah yang menjadi suri peneman hidup. Entah mengapa, air mata ini sering tumpah saat merasakan kesengsaraan hati yang tidak terperi. Ibarat terpenjara dalam satu sangkar emosi yang dikurung rapat. Hati hanya mampu menangis. Tatkala berjalan sendirian, air mata mahu berjurai, namun digagahi jua agar tidak menangis di tengah jalan di tengah orang ramai. Saat berkurung dibilik, air mata berjurai laju. Saat kekelas, air mata ditahankan sepenuh hati agar tidak bias ternampak oleh rakan-rakan. Allah itu Maha Mengetahui. Hati yang keras dan kalis tangisan, kini lebur. Begitu berat ujian yang diberikan Allah sehingga hati yang keras telah cair dibasahi tangisan. Menangisi kehidupan yang kian suram, menangisi cinta yang lahir dari syaitan, menangisi masa depan yang tak mampu kufaham, menangisi hari-hari yang berlalu sebegitu sahaja, menangisi kegembiran yang berlalu depan mata, tapi aku tidak mampu merasainya.
Namun, tangisan ku hanya semata-mata untuk dunia. Menangisi dunia yang kian lepas dari genggaman. Terleka dan terlupa, bahawa Allah menginginkan dunia itu untuk pergi, pergi meninggalkan. Satu hari, aku meluahkan apa yg terbuku dihati pada seorang sahabat. Dia bertanya padaku, “Untuk apakah dan siapakah tangisanmu sedangkan seharusnya tangisan mu di hadapan Allah?” Aku menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah pertanyaan “ Untuk siapa kau rasa?” dan berlalu pergi tanpa menunggu sebuah jawapan. Kemudian, aku kembali tertanya, untuk apa dan siapa tangisan ku ini?
Aku kembali teringat akan satu peristiwa dipagi hari, saat tidur di kamar sahabat tersebut, terjaga di sepertiga malam, terdengar sendu tangisnya di dalam tahajjud, cintanya bersujud menghadap Ilahi. Hati turut menjadi sayu mendengar sendunya, tetapi tertanya mengapa dia menangis? Aku bertanya padanya selepas itu “ Mengapakah kau menangis?”. Jawabnya, “ Kerana aku merasa sungguh kerdil di hadapan Allah, maka aku menangis”.
Mendengarkan jawapan tersebut aku terpana. Aku tertanya, jika tangisnya untuk Allah, tangisku untuk siapakah? Baru kusedar, tangisan ku hanya untuk dunia, maka ia tiada nilai.
Rasulullah S.A.W menyatakan bahawa diakhirat kelak, antara golongan manusia yang mendapat perhatian Allah SWT ialah mereka yang menangis kerana Allah Taala. Allah SWT berseru, “ Dimanakah hamba-hamba-Ku yang menangis?” Lalu Allah SWT memerintahkan para Malaikat-Nya supaya membawa hamba-hamba-Nya yang menangis di siang hari lebih lebih lagi di malam hari kerana mengenangkan dosa-dosa mereka.
Sebanyak mana air mata yang mengalir kerana takutkan kemurkaan Allah, maka ia akan ditimbang bersama-sama dengan darah para syuhada yang tumpah kerana memperjuangkan dan mempertahankan agama Allah. Air mata itu juga akan ditimbang bersama-sama dengan dakwat ulama yang telah menulis berbagai-bagai kitab yang memperjelaskan hukum-hakam dan syariat Allah SWT supaya difahami dan diamalkan oleh manusia.
Betapa besar nilai sebuah tangisan yang belum kita faham. Jauh dari kefahaman itulah, air mata itu tumpah hanya sia-sia.
Kini baru kufahami hikmah disebalik ujian yang sangat berat yang telah kuhadapi. Allah ingin melembutkan hati yang telah keras. Hati yang perlu dibasahi dengan tangisan menghadap-Nya. Namun, Allah tidak membiarkanku lemas dalam lautan air mata dunia. Di datangkan seorang sahabat setia untuk mengingati yang terlupa walau selaut dosa kuhampar padanya. Bahawa sesungguhnya, tangisan itu hanya selayaknya untuk Allah sahaja. Sungguh Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengasihani. Memberi ujian untuk hamba-Nya dalam segunung hikmah yang sukar difahami.
Maka, tanyalah kembali diri kita, kemana telah tumpahnya air mata kita?Adakah dihadapan Allah kerana takutkan dosa yang menggunung sedangkan amal tidak bertambah? Atau didepan dunia yang hanya sementara. Kiralah berapa banyak tumpahnya air mata untuk kekasih hati bila putus cinta? Kiralah betapa banyak air mata tumpah kerana kehilangan harta disayangi. Kiralah berapa banyak air mata tumpah mengenangkan ahli keluarga tersayang yang telah pergi. Kiralah berapa banyak air mata yang tumpah kerana perkara yang sia-sia. Kiralah air mata itu, walau selautan jumlahnya, namun tangisan itu tiada bermakna. Tidak bernilai disisi Allah Taala, kerana ia bukan tumpah kerana cinta dan kasih hanya kepada-Nya.
Di akhirat kelak, Allah akan mengurniakan sebuah bendera yang berwarna warni kepada golongan air mata yang tumpah hanya pada-Nya. Meraka akan berada dibawah panji-panji itu yang diserahkan kepada Nabi Nuh sebagai ketuanya.
Nabi Nuh As dipilih mengetuai golongan air mata kerana pengalaman hidupnya yang dipenuhi pelbagai kepahitan, kesengsaraan, ancaman dan tentangan. Tatkala Rasulullah SAW bersedih kerana perjuangan baginda yang sukar, Allah mewahyukan perihal Nabi Nuh, yang jauh lebih getir perjuangannya untuk memotivasikan Baginda dan para sahabat.
Dicelah-celah kegersangan hati dan sukma, basahkan ia dengan tangisan menghadap Ilahi. Sudah terlalu banyak air mata yang tumpah sia-sia kerana dunia. Kini biar tumpah air mata di medan perjuangan ini, bukan kerana Sedih dan Putus asa, tetapi kerana Kasih dan Cinta. Kerana nilai sebuah tangisan untuk Ilahi itu besarnya seperti darah syuhada’ yang mengalir dan dakwat para ilmuan yang. Tangisan yang lahir dari hati yang mendambakan Allah bukan mudah untuk datang. Ya Allah anugerahkanlah aku sebuah tangisan yang lahir atas cintaku hanya pada-Mu, sungguh aku rindu pada tangisan menghadap-Nya.
Subscribe to:
Posts (Atom)













